SURABAYA: Setelah empat tahun menggelar pemusatan latihan cabang (Puslatcab), KONI Surabaya baru kali pertama mempersiapkan atletnya dengan melakukan check up menyeluruh, termasuk medical check-up di laboratorium Pramita Utama.Selama sehari kemarin, sebanyak 158 atlet Puslatcab Surabaya dari lima cabang olahraga (cabor) melakukan check up bergantian di laboratorium yang berlokasi di jalan Darmawangsa Surabaya. Kelima cabor yang mengirimkan atletnya adalah tenis lapangan, senam, karate, gulat dan layar.
Ketua Litbang KONI Surabaya, Irwan Setiadi yang mengawasi langsung pemeriksaan kesehatan atlet Puslatcab KONI Surabaya mengakui tes ini sangat penting dalam mengetahui kualitas atlet dalam upaya mendongkrak prestasi olahraga di masa yang akan datang. Check up harus dilakukan sejak usia dini.
“Kami menggelar Puslatcab sejak 2004, tetapi baru kali ini bisa melakukan check up, dan diharapkan bisa berjalan konsisten,” katanya.
Menurutnya, ada 32 cabor yang melakukan pemeriksaan kesehatan sejak bulan Oktober lalu. Pemeriksaan Pramita Utama meliputi pengambilan darah, tes urine maupun rontgen thorax untuk melihat kondisi paru-paru, jantung, liver maupun fungsi ginjal.
“Dan, yang tidak boleh dilupakan, cek Hb (hemoglobin) dalam darah untuk mengetahui kekuatan atlet,” ujar dr Devy Riadi, Kepala Cabang Pramita Utama didampingi Ahli Patologi Klinik dr Henry.
Menurut dia, screening awal sangat tepat untuk mempertahankan kualitas atlet, terutama dalam memperpanjang masa golden age. “Sebab, di luar negeri atlet bisa berprestasi hingga usai mencapai 40-an, karena memang sejak awal sudah terpantau perkembangan kondisi kesehatannya. Ini sangat berbeda dengan di Indonesia.”
Check up bisa menunjukkan apakah atlet dalam kondisi mampu sebagai modal untuk berprestasi maksimal. Demikian juga ada atlet yang mengalami gangguan bisa dilakukan perbaikan termasuk penyembuhan akibat penyakit yang dideritanya.
“Dengan tes seperti ini, mereka bisa ditangani sejak awal. Tidak mengalami masalah hingga lebih parah seperti hepatitis dan sebagainya,” katanya.
Menurut dr Henry, tingginya kadar Hb seorang atlet menjadi modal berharga untuk berprestasi, terutama pada cabor yang membutuhkan endurance. Kadar normal Hb orang laki-laki antara 14,4 sampai 17,4, Sedangkan perempuan antara 12,5 hingga 15,3. (***)
0 komentar:
Posting Komentar