Kamis, Januari 01, 2009

KONI Surabaya Gelar General Check Up Atlet

SURABAYA: Setelah empat tahun menggelar pemusatan latihan cabang (Puslatcab), KONI Surabaya baru kali pertama mempersiapkan atletnya dengan melakukan check up menyeluruh, termasuk medical check-up di laboratorium Pramita Utama.

Selama sehari kemarin, sebanyak 158 atlet Puslatcab Surabaya dari lima cabang olahraga (cabor) melakukan check up bergantian di laboratorium yang berlokasi di jalan Darmawangsa Surabaya. Kelima cabor yang mengirimkan atletnya adalah tenis lapangan, senam, karate, gulat dan layar.

Ketua Litbang KONI Surabaya, Irwan Setiadi yang mengawasi langsung pemeriksaan kesehatan atlet Puslatcab KONI Surabaya mengakui tes ini sangat penting dalam mengetahui kualitas atlet dalam upaya mendongkrak prestasi olahraga di masa yang akan datang. Check up harus dilakukan sejak usia dini.

“Kami menggelar Puslatcab sejak 2004, tetapi baru kali ini bisa melakukan check up, dan diharapkan bisa berjalan konsisten,” katanya.

Menurutnya, ada 32 cabor yang melakukan pemeriksaan kesehatan sejak bulan Oktober lalu. Pemeriksaan Pramita Utama meliputi pengambilan darah, tes urine maupun rontgen thorax untuk melihat kondisi paru-paru, jantung, liver maupun fungsi ginjal.

“Dan, yang tidak boleh dilupakan, cek Hb (hemoglobin) dalam darah untuk mengetahui kekuatan atlet,” ujar dr Devy Riadi, Kepala Cabang Pramita Utama didampingi Ahli Patologi Klinik dr Henry.

Menurut dia, screening awal sangat tepat untuk mempertahankan kualitas atlet, terutama dalam memperpanjang masa golden age. “Sebab, di luar negeri atlet bisa berprestasi hingga usai mencapai 40-an, karena memang sejak awal sudah terpantau perkembangan kondisi kesehatannya. Ini sangat berbeda dengan di Indonesia.”

Check up bisa menunjukkan apakah atlet dalam kondisi mampu sebagai modal untuk berprestasi maksimal. Demikian juga ada atlet yang mengalami gangguan bisa dilakukan perbaikan termasuk penyembuhan akibat penyakit yang dideritanya.

“Dengan tes seperti ini, mereka bisa ditangani sejak awal. Tidak mengalami masalah hingga lebih parah seperti hepatitis dan sebagainya,” katanya.

Menurut dr Henry, tingginya kadar Hb seorang atlet menjadi modal berharga untuk berprestasi, terutama pada cabor yang membutuhkan endurance. Kadar normal Hb orang laki-laki antara 14,4 sampai 17,4, Sedangkan perempuan antara 12,5 hingga 15,3. (***)
Lengkapnya..

KONI Jatim Rancang Puslatda Jangka Panjang

SURABAYA: KONI Jawa Timur mulai mempersiapkan atletnya menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau melalui pemusatan latihan daerah (puslatda) jangka panjang, termasuk diantaranya pengadaan fasilitas yang dibutuhkan.

“Banyak keberhasilan yang sudah kita capai pada 2008. Mulai sukses merebut juara umum PON XVII di Kaltim hingga terpilihnya sebagai KONI terbaik di Indonesia. Tahun depan, kami berharap bisa meraih yang lebih baik dibandingkan 2008,” ujar Ketua Harian KONI Jatim Soekarno Marsaid di Kantor KONI Jatim, kemarin (31/12).

Khusus menyambut 2009, menurut Soekarno sudah banyak program yang siap dijalankan, terutama untuk mempertahankan gelar juara umum PON XVII. Program yang akan dilaksanakan adalah puslatda jangka panjang dan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II/2009 di Malang.

“Program puslatda jangka panjang yang menunjukkan hasilnya pada PON di Kaltim lalu pasti akan ditiru oleh daerah lain. Yang penting saat ini adalah bagaimana kami mempersiapkan atlet sebaik mungkin. Sebab hanya dengan cara ini, kami berhasil memperoleh hasil yang maksimal pada saatnya nanti,” ujarnya.

Komandan Kontingen Jatim pada PON XVII itu mengatakan, KONI Jatim juga memperhatikan kendala persiapan seperti sarana dan prasarana. Misalnya cabor-cabor lumbung emas yang hingga kini belum memiliki tempat latihan sendiri seperti loncat indah dan selam serta minimnya asrama atlet. “Masalah tersebut akan kami usahakan teratasi pada 2009. Kami sudah melakukan langkah-langkah pembenahan, termasuk membangun asrama atlet yang baru.”

Hanya saja, Soekarno mengakui faktor dana yang hingga kini masih belum diketahui plafon dan jadual pencairannya dari APBD Provinsi Jatim 2009, bisa menjadi salah satu kendala untuk persiapan.

Kan pada 2009 nanti, Ketua Umum KONI Jatim sudah tidak menjabat Gubernur Jatim. Jadi, kami belum tahu bagaimana dukungan APBD untuk olahraga. Padahal kebutuhan untuk olahraga bersifat dinamis. Ini yang harus kami perhatikan dalam mempersiapkan atlet melalui puslatda. Sebab, jika sudah berjalan, puslatda tidak boleh putus hingga menghadapi PON nanti,” keluhnya.

Dalam pembangunan fasilitas, KONI Jatim juga harus memperhatikan aturan dalam penggunaan APBD. “Kami tak berani mengambil risiko yang akhirnya bisa diperiksa oleh KPK.” (***)
Lengkapnya..

Hiu Surabaya Juara Umum Krapsi 2008

SURABAYA: Perolehan Perkumpulan renang (PR) Hiu Surabaya kalah jauh dibanding ESG (Elfira Swimma Gemilang) Bandung, Jabar, tetapi Hiu berhasil menjadi juara umum kejuraan renang antarperkumpulan seluruh Indonesia (Krapsi) 2008 di kolam renang KONI Jatim, Selasa (30/12).

Dalam ajang tahun ini, Hiu meraih total poin 2.656 hasil dari 21 medali emas, 29 perak. Sedang ESG mendulang 31 medali emas, 11 perak, sembilan perunggu tetapi poinnya hanya 1.530.

Dalam Krapsi 2008, PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menggunakan regulasi poin tertinggi berhak menjadi juara, maka Hiu Surabaya keluar sebagai juara umum. Kendati demikian, manajemen Hiu merasa prihatin dan was-sas karena kualitas perenang daerah lain ternyata bagus dan cukup konsisten.

Ketua PR Hiu Surabaya Nanik Juliarti Soewadji mengakui, hasil Krapsi 2008 di Surabaya ini merupakan ancaman serius bagi Jatim. Sebab, Jatim kini kalah jauh dalam perolehan emas dengan Jabar.

"Banyak atlet kami yang kemampuannya menurun setelah terjun pad ajang PON XVII/2008 Kaltim. Ini merupakan peringatan bagi Jatim untuk berbenah diri," kata Nanik, usai perlombaan.

Kalau kondisinya seperti ini, lanjutnya, maka gelar pengumpul medali terbanyak cabang renang pada PON XVIII/2012 di Riau bakal terampas dan menjadi milik daerah lain.

Menurut Nanik, Jabar banyak memiliki perenang muda yang kualitasnya lebih bagus dibanding Jatim. Karean itu, para perenang Jatim harus ekstra waspada terhadap kekuatan Jabar dalam PON XVIII/2012 Riau.

"Krapsi ini merupakan peringatan bagi Jatim. Jatim terlena dengan prestasi juara umum di PON XVII/2008. Status juara seharusnya memacu diri bagi masing-masing perenang untuk tampil lebih baik," tutur mantan ratu renang Asia Tenggara ini. (**)

Klasemen Terakhir:

Klub Emas Perak Perunggu Poin

1. Hiu Surabaya 21 29 21 2.656

2. ESG Bandung 31 11 9 1.530

3. TCS Semarang 20 6 9 1.066

4. AQR Bandung 10 13 5 998

5. PS Jakarta 3 17 13 856
Lengkapnya..

PBVSI Surabaya Promosi Bolavoli di Mall

SURABAYA: Segala cara dilakukan Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Surabaya untuk menarik minat anak muda agar menekuni olahraga ini. Salah satunya adalah dengan menggelar kejuaraan di pusat perbelanjaan atau mall.

Ide ini terinspirasi pembukaan kejuaraan bolavoli antarpelajar yang digelar di Tunjungan Plaza beberapa bulan lalu. Juga even kejuaraan bolavoli disponsori salah satu produsen rokok di salah satu mall di Surabaya.

"Banyak pengunjung mall yang menyempatkan diri menonton pertandingan itu," kata Sekum (Domisioner) PBVSI Kota Surabaya, Edi Swasono.

Melihat tingginya animo penonton itu, Pengkot PBVSI makin giat berupaya menggelar sebuah turnamen di pusat perbelanjaan. Apalagi sampai saat ini Kota Surabaya belum memiliki gedung khusus untuk menggelar pertandingan bolavoli.

Selain itu, kata Edi, tujuan lainnya adalah untuk menarik minat anak-anak untuk mau belajar bolavoli. "Saat ini kami perlu atlet junior untuk diterjunkan di beberapa kejuaraan." (****)
Lengkapnya..

KONI Surabaya Diguyur Rp18,2 miliar

SURABAYA: KONI Surabaya bisa menyambut tahun 2009 dengan senyum lebar. Ini tak lepas dari kabar kenaikan dana hibah yang diterima dari APBD Surabaya. Pada 2009 KONI Surabaya bakal mendapat kucuran dana Rp 18,2 miliar atau naik dari anggaran 2008 sebesar Rp14 miliar.

Informasi kenaikan dana hibah ini disampaikan penjabat Ketua Umum KONI Surabaya Heroe Poernomohadi di sela Rapat Anggota Komite Olahraga Kota Surabaya di Graha SA, kemarin. “Informasi yang saya dengar seperti itu. Ada kenaikan, tapi lebih pastinya kami menunggu pengumuman resmi,” kata Heroe.

Kenaikan anggaran ini, ujar Heroe, menjadi bukti bertambahnya kepercayaan Pemerintah Kota dan DPRD Kota Surabaya atas kinerja organisasi yang dipimpinnya, terutama dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga.

Setidaknya, ini sudah dibuktikan dengan sukses para atlet Surabaya di PON XVII/2008 Kaltim lalu. Dari 139 keping emas yang diraih kontingen Jatim, sekitar 70% disumbang atlet asal Surabaya. “Sukses Jatim di PON Kaltim lalu turut berperan besar. Apalagi, kita mampu menjadi penyumbang terbesar dari kontingen Jatim. Pejabat pemkot dan dewan kian yakin atas apa yang kami kerjakan selama ini.”

Seperti tahun lalu, tidak seluruh dana yang akan diterima masuk KONI Surabaya. Dari Rp14 M yang diterima pada 2008, sekitar Rp2,5 M diberikan untuk PSSI Surabaya, Rp1,5 M bagi persiapan PON dan sisanya untuk KONI Surabaya dan 43 cabor yang dinaungi.
“Tahun ini, tetap ada jatah untuk PSSI Surabaya dan persiapan ke Porprov. Hanya saja, kami belum tahu berapa besarannya.”

Yang pasti, tambah Heroe, kenaikan yang didapat ini harus disikapi dengan peningkatan semangat dan kerja demi kemajuan olahraga Surabaya. Karena itu, dalam rapat anggota kemarin, seluruh insan olahraga sepakat mempertahankan status Surabaya sebagai kota atlet. (*)
Lengkapnya..

5 Pedayung Jatim Berlatih di Pal

SURABAYA: Sebanyak lima atlet dayung Jawa Timur berhasil menembus Program Atlet Andalan (Pal) yang digagas Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora).

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Jatim masih bisa menyumbangkan atlet terbaik. Sebab, mereka yang tergabung dalam Pal merupakan atlet pilihan yang akan dibina melalui program jangka panjang selama empat tahun ke depan.

Sekum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jatim Nurhasan mengaku bangga dengan prestasi kelima atlet asal Jatim tersebut.

"Tidak semua atlet berprestasi bisa masuk Pal. Mereka yang terpilih adalah yang terbaik," katanya pada acara Rapat Anggota KONI Surabaya di Graha SA, Selasa (30/12).

Kelima Pedayung Jatim yang saat ini menjalani latihan di Pal adalah, Agus Budiaji, Suwandi, Deni, Iswandi (putra) dan seorang putri, Jeva. Mereka merupakan atlet andalan Jatim saat berlaga di PON XVII Kaltim 2008.

Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp100 miliar untuk menunjang program Pal 2009 dan akan terus ditingkatkan. Pemerintah harus turun tangan untuk membangkitkan prestasi olahraga nasional di ajang internasional.

Saat ini sudah disaring 250 atlet dari 22 cabang olahraga, 98 pelatih dan 22 manajer. Mereka dibagi atas tiga kategori, yaitu utama (60 atlet), madya (107), dan pratama (83).

Kategori utama dihuni atlet pilihan yang menjadi andalan untuk event tingkat Asia, atlet madya bagi kawasan Asia Tenggara, sedangkan atlet pratama dipersiapkan untuk program jangka panjang dengan sasaran SEA Games 2011.

Sukses kelima atlet itu membuat Pengprov PODSI Jatim terus berupaya mencari atlet muda berbakat untuk mengganti para atlet senior. Apalagi pada PON XVIII 2012 Riau akan ada regulasi pembatasan usia.

"Kami sudah mengantisipasi regulasi usia dengan terus mencari dan membina atlet junior. Kalau bisa kami juga ingin mengembangkan Pengcab di kabupaten/kota," kata Nurhasan yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor II Universitas Negeri Surabaya itu.

Hanya saja untuk mencari atlet Dayung memang tidak mudah, pasalnya minat pemuda terhadap olahraga ini juga sangat sedikit. Apalagi untuk bisa menjadi atlet dayung harus memiliki postur tubuh yang tinggi.

Nurhasan mengatakan pengurus Pengprov PODSI sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah dan berniat menyediakan beasiswa bagi murid yang menjadi atlet Dayung. (****)
Lengkapnya..