Kamis, Januari 01, 2009

KONI Jatim Rancang Puslatda Jangka Panjang

SURABAYA: KONI Jawa Timur mulai mempersiapkan atletnya menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau melalui pemusatan latihan daerah (puslatda) jangka panjang, termasuk diantaranya pengadaan fasilitas yang dibutuhkan.

“Banyak keberhasilan yang sudah kita capai pada 2008. Mulai sukses merebut juara umum PON XVII di Kaltim hingga terpilihnya sebagai KONI terbaik di Indonesia. Tahun depan, kami berharap bisa meraih yang lebih baik dibandingkan 2008,” ujar Ketua Harian KONI Jatim Soekarno Marsaid di Kantor KONI Jatim, kemarin (31/12).

Khusus menyambut 2009, menurut Soekarno sudah banyak program yang siap dijalankan, terutama untuk mempertahankan gelar juara umum PON XVII. Program yang akan dilaksanakan adalah puslatda jangka panjang dan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II/2009 di Malang.

“Program puslatda jangka panjang yang menunjukkan hasilnya pada PON di Kaltim lalu pasti akan ditiru oleh daerah lain. Yang penting saat ini adalah bagaimana kami mempersiapkan atlet sebaik mungkin. Sebab hanya dengan cara ini, kami berhasil memperoleh hasil yang maksimal pada saatnya nanti,” ujarnya.

Komandan Kontingen Jatim pada PON XVII itu mengatakan, KONI Jatim juga memperhatikan kendala persiapan seperti sarana dan prasarana. Misalnya cabor-cabor lumbung emas yang hingga kini belum memiliki tempat latihan sendiri seperti loncat indah dan selam serta minimnya asrama atlet. “Masalah tersebut akan kami usahakan teratasi pada 2009. Kami sudah melakukan langkah-langkah pembenahan, termasuk membangun asrama atlet yang baru.”

Hanya saja, Soekarno mengakui faktor dana yang hingga kini masih belum diketahui plafon dan jadual pencairannya dari APBD Provinsi Jatim 2009, bisa menjadi salah satu kendala untuk persiapan.

Kan pada 2009 nanti, Ketua Umum KONI Jatim sudah tidak menjabat Gubernur Jatim. Jadi, kami belum tahu bagaimana dukungan APBD untuk olahraga. Padahal kebutuhan untuk olahraga bersifat dinamis. Ini yang harus kami perhatikan dalam mempersiapkan atlet melalui puslatda. Sebab, jika sudah berjalan, puslatda tidak boleh putus hingga menghadapi PON nanti,” keluhnya.

Dalam pembangunan fasilitas, KONI Jatim juga harus memperhatikan aturan dalam penggunaan APBD. “Kami tak berani mengambil risiko yang akhirnya bisa diperiksa oleh KPK.” (***)

0 komentar:

Posting Komentar