*Gantikan Posisi Mursyid-Hermansyah
SURABAYA: Pengurus Persebaya akhirnya memutuskan Ibnu Graham dan Hartono menjadi asisten pelatih Arcan Iurie. Keputusan itu terpaksa diambil setelah dua asisten Mursyid Efendi dan Hermansyah menyatakan mundur dari Persebaya.
Ketua Umum Persebaya Saleh Mukadar menyatakan, kedua asisten itu sudah tidak mau lagi melatih di Persebaya seiring berakhirnya kontrak pelatih Freddy Muli Minggu (21/12).
“Ya, mau bagaimana lagi. Wong pengurus sudah memberi kesempatan kepada mereka berdua apakah merasa mampu menangani Persebaya. Namun mereka tidak mau lagi,” kata Saleh Mukadar, Senin (29/12) sore.
Saleh menegaskan, Mursyid Efendi yang memiliki lisensi C sebagai pelatih sebenarnya berpeluang besar mengantar Persebaya menjuarai Kompetisi Divisi Utama 2008/2009. “Dia saja yang tak percaya diri dan tak mau naik pangkat. Padahal, ini penghargaan buat mereka.”
Soal pertimbangan menunjuk Ibnu dan Hartono, Saleh Mukadar yang juga Ketua Komisi E DPRD Jatim ini menilai kedua pelatih produk asli Persebaya itu punya masa depan bagus. “Mereka pelatih muda yang cukup berpengalaman. Ibnu pernah menjadi asisten pelatih dan menangani Persebaya. Sedang Hartono mengasistensi pelatih Aji Santoso membawa tim sepakbola Jatim merebut emas PON XVII/2008.”
Soal mundurnya Hermansyah, Persebaya akan memaksimalkan peran Kasiyanto sebagai pelatih kiper. Sebab, tugas yang sama pernah diemban Kasianto saat Persebaya ditangani pelatih Jacksen F Tiago
Ketika akan dikonfirmasi, Mursyid dan Hermansyah ketika tak bisa dihubungi. Namun sebelumnya, Mursyid mengaku tak bisa sepenuh hati menangani Persebaya. Sementara Hermansyah memang ingin mundur setelah Freddy Muli tak memperpanjang kontrak.
“Keadaanlah yang memaksa saya tidak bisa sepenuh hati di sini (Persebaya),” ujar Mursid saat perpisahan dengan enam pemain yang dilepas Persebaya beberapa waktu lalu. (***)
Lengkapnya..
Selasa, Desember 30, 2008
Arcan Ditarget Antar Persebaya Juara
* Rabu (31/12) Resmi Dikontrak
SURABAYA: Pelatih asal Moldova Arcan Iurie Anatolievici yang direkrut Persebaya menggantikan Freddy Muli mendapatkan mandat untuk membawa Persebaya juara Kompetisi Divisi Utama 2008/2009.
“Kami merekrut Arcan dengan harapan mampu mengembalikan kejayaan Persebaya ke pentas sepakbola nasional,” ujar Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar, Senin (29/12) sore.
Menurut Saleh, pilihan itu dengan pertimbangan memulihkan citra dan kepercayaan diri skuad ‘Bajul Ijo’ yang di putaran I menduduki pimpinan klasemen wilayah Timur Kompetisi Divisi Utama 2008/2009.
“Di tiga tim sebelumnya, Arcan Iurie memang belum bisa memberikan apa-apa (gelar juara, red). Namun saya yakin dia nanti bisa lebih berprestasi di Persebaya,” kata Saleh Mukadar, seraya menambahkan Arcan Iurie memiliki disiplin keras dalam menggembleng pemain.
Soal nilai kontrak bagi mantan pelatih Persija Jakarta, Persib Bandung dan Persik Kediri itu, Saleh Mukadar memilih bungkam. Namun ada kabar tiap bulan Arcan digaji Rp 25 juta dan mendapatkan fasilitas apartemen plus mobil. ”Yang jelas harganya sesuai kemampuan keuangan Persebaya yang sangat terbatas. Arcan akan kami kontrak sampai akhir musim.”
Penandatanganan kontrak Persebaya dengan Arcan Iurie yang dijadwalkan pada Rabu (31/12) merupakan babak akhir dari polemik mengenai kursi pelatih tim berjuluk 'Bajul Ijo'. Sesuai kontrak, kursi pelatih Freddy Muli berakhir Minggu (21/12). Dia menolak perpanjangan kontrak, karena Persebaya hanya mampu gaji Rp 25 juta per bulan. Padahal, Freddy meminta dikontrak Rp 650 juta hingga akhir musim.
Sebelumnya beberapa nama, seperti mantan pelatih PSS Sleman Yudi Suryata dan Pical Wolfgang (pelatih Akademi Real Madrid Indonesia di Bali), dikabarkan akan menangani Persebaya.
Berlabuhnya pelatih asal Moldova di Surabaya, menurut Saleh, setelah manajer tim Indah Kurnia melakukan pembicaraan dengan Arcan di Jakarta, Minggu (28/12). Dalam pertemuan itu, Indah Kurnia memberi gambaran soal kondisi keuangan Persebaya.
“Sebenarnya Arcan akan pulang ke Moldova, bahkan sudah mengantongi tiket. Karena ada tawaran dari Persebaya, akhirnya ia batal pulang,” jelasnya. (***)
Lengkapnya..
SURABAYA: Pelatih asal Moldova Arcan Iurie Anatolievici yang direkrut Persebaya menggantikan Freddy Muli mendapatkan mandat untuk membawa Persebaya juara Kompetisi Divisi Utama 2008/2009.
“Kami merekrut Arcan dengan harapan mampu mengembalikan kejayaan Persebaya ke pentas sepakbola nasional,” ujar Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar, Senin (29/12) sore.
Menurut Saleh, pilihan itu dengan pertimbangan memulihkan citra dan kepercayaan diri skuad ‘Bajul Ijo’ yang di putaran I menduduki pimpinan klasemen wilayah Timur Kompetisi Divisi Utama 2008/2009.
“Di tiga tim sebelumnya, Arcan Iurie memang belum bisa memberikan apa-apa (gelar juara, red). Namun saya yakin dia nanti bisa lebih berprestasi di Persebaya,” kata Saleh Mukadar, seraya menambahkan Arcan Iurie memiliki disiplin keras dalam menggembleng pemain.
Soal nilai kontrak bagi mantan pelatih Persija Jakarta, Persib Bandung dan Persik Kediri itu, Saleh Mukadar memilih bungkam. Namun ada kabar tiap bulan Arcan digaji Rp 25 juta dan mendapatkan fasilitas apartemen plus mobil. ”Yang jelas harganya sesuai kemampuan keuangan Persebaya yang sangat terbatas. Arcan akan kami kontrak sampai akhir musim.”
Penandatanganan kontrak Persebaya dengan Arcan Iurie yang dijadwalkan pada Rabu (31/12) merupakan babak akhir dari polemik mengenai kursi pelatih tim berjuluk 'Bajul Ijo'. Sesuai kontrak, kursi pelatih Freddy Muli berakhir Minggu (21/12). Dia menolak perpanjangan kontrak, karena Persebaya hanya mampu gaji Rp 25 juta per bulan. Padahal, Freddy meminta dikontrak Rp 650 juta hingga akhir musim.
Sebelumnya beberapa nama, seperti mantan pelatih PSS Sleman Yudi Suryata dan Pical Wolfgang (pelatih Akademi Real Madrid Indonesia di Bali), dikabarkan akan menangani Persebaya.
Berlabuhnya pelatih asal Moldova di Surabaya, menurut Saleh, setelah manajer tim Indah Kurnia melakukan pembicaraan dengan Arcan di Jakarta, Minggu (28/12). Dalam pertemuan itu, Indah Kurnia memberi gambaran soal kondisi keuangan Persebaya.
“Sebenarnya Arcan akan pulang ke Moldova, bahkan sudah mengantongi tiket. Karena ada tawaran dari Persebaya, akhirnya ia batal pulang,” jelasnya. (***)
Lengkapnya..
Kapolwiltabes Pimpin PBVSI Kota Surabaya
SURABAYA: Kapolwiltabes Surabaya Kombes Bambang Suparno terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PBVSI) periode 2009-2013 dalam Musyawarah Kota (Muskot) organisasi tersebut, Senin (29/12).
Sebanyak 11 klub voli di Surabaya, yakni Eagle, Nanggala, Surabaya Bank Jatim, Surabaya Samator, Patralis, Vio, Bhirawa, PORPAD, Tunas Muda Unesa, Amphibi dan Porkes sepakat memberi kepercayaan orang nomor satu di Polwiltabes Surabaya itu.
Sebagai ketua terpilih, Bambang memilih Edi Swasono (mantan Sekum Pengkot PBVSI) dan Hedy Suparno (Klub Bhirawa) menjadi tim formatur yang tugasnya membentuk kepengurusan baru Pengkot PBVSI Surabaya. Formatur diberi waktu selama 30 hari untuk menyusun kepengurusan.
Seusai muskot, Bambang menyatakan pembinaan atlet-atlet muda akan menjadi fokus utama kepengurusannya.
"Kami harus bisa mencetak atlet bolavoli di Surabaya. Saya berharap Surabaya mampu menjadi juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Malang pada 2009," katanya.
Selain pembinaan atlet muda, prestasi atlet dan tim bolavoli Surabaya harus terus ditingkatkan hingga di level nasional bahkan menembus ajang internasional. (**)
Lengkapnya..
Sebanyak 11 klub voli di Surabaya, yakni Eagle, Nanggala, Surabaya Bank Jatim, Surabaya Samator, Patralis, Vio, Bhirawa, PORPAD, Tunas Muda Unesa, Amphibi dan Porkes sepakat memberi kepercayaan orang nomor satu di Polwiltabes Surabaya itu.
Sebagai ketua terpilih, Bambang memilih Edi Swasono (mantan Sekum Pengkot PBVSI) dan Hedy Suparno (Klub Bhirawa) menjadi tim formatur yang tugasnya membentuk kepengurusan baru Pengkot PBVSI Surabaya. Formatur diberi waktu selama 30 hari untuk menyusun kepengurusan.
Seusai muskot, Bambang menyatakan pembinaan atlet-atlet muda akan menjadi fokus utama kepengurusannya.
"Kami harus bisa mencetak atlet bolavoli di Surabaya. Saya berharap Surabaya mampu menjadi juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Malang pada 2009," katanya.
Selain pembinaan atlet muda, prestasi atlet dan tim bolavoli Surabaya harus terus ditingkatkan hingga di level nasional bahkan menembus ajang internasional. (**)
Lengkapnya..
Hiu Ganti Pimpin Krapsi 2008
SURABAYA: Kendati perolehan medali emas yang diperoleh Perkumpulan Renang (PR) Hiu Surabaya kalah banyak dari PR ESG (Elfira Wuwima Gemilang) Bandung, tetapi Hiu memimpin klasemen sementara Kejuaraan Nasional Renang Antarperkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) 2008.
Hingga hari ketiga (Senin, 29/12) Krapsi 2008 di kolam renang KONI Jatim, Hiu mencatat 2.152 poin dengan meraih 17 medali emas, 24 perak, 18 perunggu dan 2.152 poin. ESG Bandung membuntuti di posisi kedua klasemen setelah mengumpulkan poin 1.219 hasil dari raihan 24 emas, 10 perunggu delapan perak.
Pada Krapsi 2008 ini, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) membuat regulasi sistem poin tertinggi yang menjadi juara umum. Sehingga klub yang memperoleh medali emas banyak, belum menjadi jaminan kampium kejurnas.
Dalam perlombaan kemarin, perenang andalan putri Jatim, Nancy Suryaatmadja menyumbangkan medali emas. Ia menjadi perenang tercepat ketika turun di nomor 200m gaya bebas putri senior, setelah menyelesaikan lomba catatan waktu 2 menit, 14,94 detik. Medali perak diraih perenang Hiu Enny Susilawati yang membukukan catatan waktu 2 menit, 17,24 detik.
Pada nomor 200m gaya bebas putri KU IV, perenang Klub Hiu Adorada Pramessyah menjadi yang tercepat dan meraih medali emas setelah mencatat waktu 2 menit, 22,85 detik.
Menurut Kabid Teknik Pengprov PRSI Jatim Chusaini, prestasi perenang-perenang Jatim dalam even ini sebenarnya tidak istimewa. Bahkan perenang muda Jatim yang ikut tampil di Olimpiade Beijing 2008, Fibriani R Marita hingga kini belum meraih medali emas.
"Setelah PON XVII Kaltim 2008, prestasi Fibriani menurun. Nampaknya, dia kurang bisa menjaga kondisi tubuhnya yang kini membengkak," katanya, kemarin.
Dia justru memuji penampilan perenang-perenang Jawa Barat yang banyak merebut emas. Hanya saja, klub-klub Jabar masih kalah banyak dalam perolehan perak dan perunggu.
Pelatih ESG Bandung, M Nizarudin mengakui, atlet-atlet binaanya tetap tampil stabil setelah terjun di PON XVII Kaltim.
"Kami selalu tekankan anak-anak agar disiplin berlatih dan menjaga kondisi. Sekarang kami lebih banyak memprioritaskan perenang-perenang muda," ujarnya. (**)
Klasemen Sementara:
Klub Emas Perak Perunggu Poin
1.Hiu Surabaya 17 24 18 2.152
2.ESG Bandung 24 10 8 1.219
3.TCS Semarang 15 5 7 837
4.AQR Bandung 9 9 3 791
5.PS Jakarta 3 13 10 693
Lengkapnya..
Hingga hari ketiga (Senin, 29/12) Krapsi 2008 di kolam renang KONI Jatim, Hiu mencatat 2.152 poin dengan meraih 17 medali emas, 24 perak, 18 perunggu dan 2.152 poin. ESG Bandung membuntuti di posisi kedua klasemen setelah mengumpulkan poin 1.219 hasil dari raihan 24 emas, 10 perunggu delapan perak.
Pada Krapsi 2008 ini, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) membuat regulasi sistem poin tertinggi yang menjadi juara umum. Sehingga klub yang memperoleh medali emas banyak, belum menjadi jaminan kampium kejurnas.
Dalam perlombaan kemarin, perenang andalan putri Jatim, Nancy Suryaatmadja menyumbangkan medali emas. Ia menjadi perenang tercepat ketika turun di nomor 200m gaya bebas putri senior, setelah menyelesaikan lomba catatan waktu 2 menit, 14,94 detik. Medali perak diraih perenang Hiu Enny Susilawati yang membukukan catatan waktu 2 menit, 17,24 detik.
Pada nomor 200m gaya bebas putri KU IV, perenang Klub Hiu Adorada Pramessyah menjadi yang tercepat dan meraih medali emas setelah mencatat waktu 2 menit, 22,85 detik.
Menurut Kabid Teknik Pengprov PRSI Jatim Chusaini, prestasi perenang-perenang Jatim dalam even ini sebenarnya tidak istimewa. Bahkan perenang muda Jatim yang ikut tampil di Olimpiade Beijing 2008, Fibriani R Marita hingga kini belum meraih medali emas.
"Setelah PON XVII Kaltim 2008, prestasi Fibriani menurun. Nampaknya, dia kurang bisa menjaga kondisi tubuhnya yang kini membengkak," katanya, kemarin.
Dia justru memuji penampilan perenang-perenang Jawa Barat yang banyak merebut emas. Hanya saja, klub-klub Jabar masih kalah banyak dalam perolehan perak dan perunggu.
Pelatih ESG Bandung, M Nizarudin mengakui, atlet-atlet binaanya tetap tampil stabil setelah terjun di PON XVII Kaltim.
"Kami selalu tekankan anak-anak agar disiplin berlatih dan menjaga kondisi. Sekarang kami lebih banyak memprioritaskan perenang-perenang muda," ujarnya. (**)
Klasemen Sementara:
Klub Emas Perak Perunggu Poin
1.Hiu Surabaya 17 24 18 2.152
2.ESG Bandung 24 10 8 1.219
3.TCS Semarang 15 5 7 837
4.AQR Bandung 9 9 3 791
5.PS Jakarta 3 13 10 693
Lengkapnya..
Selam Segera Bangun Kolam Pelatihan
SURABAYA: Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) berharap bisa segera merealisasikan harapan yang sudah lama terkandung yakni miliki kolam sendiri. Impian itu diharapkan terealisasi pada 2009.
“Mungkin ini terdengar aneh. Namun, itulah kenyataannya. Walau prestasi kita menjulang tapi sampai saat ini kita belum miliki sarana latihan sendiri,” kata Erlangga Satriagung, Ketua Umum Pengrov POSSI di Surabaya, kemarin.
Selama ini, atlet Selam Jatim berlatih dengan menumpang di kolam milik apartemen Graha Residen di kawasan Surabaya Barat. Sarana ini, kebetulan dipakai buat pelaksanaan pertandingan PON XV 2000 yang digelar di Jatim.
“Sejauh ini tak ada masalah. Tapi, tentu akan lebih baik bila kita bisa punya sendiri. Masak organisasi sebesar ini tak punya fasilitas latihan sendiri,” ujar Erlangga yang juga ketua Kadin Jatim itu.
Meski hingga kini belum memiliki dana pembangunan kolam itu, rencana pembangunan dimatangkan dalam program Pengprov POSSI 2009. Pengprov bahkan sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektare di kawasan Sidoarjo. “Semoga KONI Jatim dan Pemprov Jatim bisa memberikan dukungan.”
Menurut Erlangga, proses pembangunan kolam itu diperkirakan selama tiga tahun. Pematangan sarana pendukung diprediksi selama dua tahun dan pembangunan fisiknya perlu waktu sekitar satu tahun. “Karena itu, kita akan berupaya agar tahun depan program ini bisa benar-benar dimulai,” tandasnya.
Sejak memimpin cabang selam Juli 2008, Erlangga terus berupaya all out melakukan pembenahan di selam Jatim. Selain peningkatan prestasi, POSSI Jatim juga lakukan perluasan daerah kerja dengan membentuk pengkab/pengkot baru di 22 kabupaten/kota.
“Sebelumnya hanya tercatat lima cabang saja. Fakta ini juga yang menjadi motivasi kami untuk secepat mungkin bisa miliki sarana berlatih dan pembinaan,” jelasnya. (*)
Lengkapnya..
“Mungkin ini terdengar aneh. Namun, itulah kenyataannya. Walau prestasi kita menjulang tapi sampai saat ini kita belum miliki sarana latihan sendiri,” kata Erlangga Satriagung, Ketua Umum Pengrov POSSI di Surabaya, kemarin.
Selama ini, atlet Selam Jatim berlatih dengan menumpang di kolam milik apartemen Graha Residen di kawasan Surabaya Barat. Sarana ini, kebetulan dipakai buat pelaksanaan pertandingan PON XV 2000 yang digelar di Jatim.
“Sejauh ini tak ada masalah. Tapi, tentu akan lebih baik bila kita bisa punya sendiri. Masak organisasi sebesar ini tak punya fasilitas latihan sendiri,” ujar Erlangga yang juga ketua Kadin Jatim itu.
Meski hingga kini belum memiliki dana pembangunan kolam itu, rencana pembangunan dimatangkan dalam program Pengprov POSSI 2009. Pengprov bahkan sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektare di kawasan Sidoarjo. “Semoga KONI Jatim dan Pemprov Jatim bisa memberikan dukungan.”
Menurut Erlangga, proses pembangunan kolam itu diperkirakan selama tiga tahun. Pematangan sarana pendukung diprediksi selama dua tahun dan pembangunan fisiknya perlu waktu sekitar satu tahun. “Karena itu, kita akan berupaya agar tahun depan program ini bisa benar-benar dimulai,” tandasnya.
Sejak memimpin cabang selam Juli 2008, Erlangga terus berupaya all out melakukan pembenahan di selam Jatim. Selain peningkatan prestasi, POSSI Jatim juga lakukan perluasan daerah kerja dengan membentuk pengkab/pengkot baru di 22 kabupaten/kota.
“Sebelumnya hanya tercatat lima cabang saja. Fakta ini juga yang menjadi motivasi kami untuk secepat mungkin bisa miliki sarana berlatih dan pembinaan,” jelasnya. (*)
Lengkapnya..
Minggu, Desember 28, 2008
Gonzales Terima Penghargaan Muri
* Tiga Tahun Top Scorer
SURABAYA: Selama enam tahun bermain di Indonesia, dan tiga tahun berturut-turut menjadi top scorer Liga Indonesia, membuat Musium Rekor Indonesia (Muri) menganugrahkan penghargaan kepada Christian Gonzales.
Penyerang Persik Kediri itu mendapatkan penghargaan setelah sukses mencatatkan diri sebagai top scorer tiga kali beruntun yakni pada musim 2005, 2006, dan 2007.
Gonzales yang datang bersama keluarga besarnya tampak bahagia menerima penghargaan dari Muri tersebut. Sebab, menjadi pencetak gol terbanyak dalam kurun waktu tiga tahun beruntun merupakan prestasi yang langka.
Ditemui setelah menerima penghaargaan di lapangan KONI Jatim, Gonzales mengaku, ini adalah hasil kerja kerasnya selama di Indonesia.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras saya selama enam tahun di Indonesia,” kata mantan pemain PSM Makasar ini.
Senior Manajer Muri, Paulus Pangka menyayangkan mengapa anugrah itu justru jatuh pada pemain asing. Namun ia berharap, prestasi yang ditancapkan Gonzales mampu menjadi pemicu bagi generasi muda Indonesia.
“Jangan hanya atlet luar negeri saja yang menerima penghargaan. Mana atlet dalam negerinya? Saya berharap ini bisa menjadi pemicu bagi atlet muda Indonesia untuk berprestasi,” ujarnya. (**)
Lengkapnya..
SURABAYA: Selama enam tahun bermain di Indonesia, dan tiga tahun berturut-turut menjadi top scorer Liga Indonesia, membuat Musium Rekor Indonesia (Muri) menganugrahkan penghargaan kepada Christian Gonzales.
Penyerang Persik Kediri itu mendapatkan penghargaan setelah sukses mencatatkan diri sebagai top scorer tiga kali beruntun yakni pada musim 2005, 2006, dan 2007.
Gonzales yang datang bersama keluarga besarnya tampak bahagia menerima penghargaan dari Muri tersebut. Sebab, menjadi pencetak gol terbanyak dalam kurun waktu tiga tahun beruntun merupakan prestasi yang langka.
Ditemui setelah menerima penghaargaan di lapangan KONI Jatim, Gonzales mengaku, ini adalah hasil kerja kerasnya selama di Indonesia.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras saya selama enam tahun di Indonesia,” kata mantan pemain PSM Makasar ini.
Senior Manajer Muri, Paulus Pangka menyayangkan mengapa anugrah itu justru jatuh pada pemain asing. Namun ia berharap, prestasi yang ditancapkan Gonzales mampu menjadi pemicu bagi generasi muda Indonesia.
“Jangan hanya atlet luar negeri saja yang menerima penghargaan. Mana atlet dalam negerinya? Saya berharap ini bisa menjadi pemicu bagi atlet muda Indonesia untuk berprestasi,” ujarnya. (**)
Lengkapnya..
ESG Ancam Dominasi Hiu
* Kejurnas Krapsi 2008
SURABAYA: Klub asal Jawa Barat Elfira Swimma Gemilang (ESG) Bandung kembali menjadi ancaman bagi juara bertahan Hiu Surabaya. Pada hari kedua Kejuaraan Renang Antarperkumpulan se-Indonesia (Krapsi) 2008 di kolam renang KONI Jatim kemarin (28/12), klub milik mantan perenang nasional Elfira Rosa Nasution itu memborong 12 medali emas.
Tambahan keping emas itu membuat mereka sementara memimpin perolehan medali dengan total 18 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu. Sementara Hiu yang hanya menambah tiga emas sehingga total mengumpulkan 12 emas, 15 perak, dan 12 perunggu.
“ESG Bandung saya akui sangat bagus. Bahkan, kalau soal pengumpulan medali, mungkin saja mereka bakal mengungguli Hiu sampai hari terakhir,” ujar Ketua Harian Pengprov PRSI Jatim Herlambang Wijaya.
Klub Hiu masih mengandalkan perolehan medali melalui perenang-perenang senior dan Kelompok Umur (KU) I. Pada hari kedua, Laksono P Antyanto mempersembahkan emas pertama bagi klub terbesar di Jatim ini melalui nomor 800 meter gaya bebas senior.
Dia mengungguli Guruh Kurniawan (ESG Bandung) dan rekan seklubnya Soehariono Yacob.
Di nomor yang sama sektor wanita, andalan Hiu Erlina Yacob hanya mampu meraih perak. Erlina dipecundangi dari perenang Aquarius Bandung Janice Andayani.
Secara umum, kelompok senior memang banyak mengalami penurunan catatan waktu. Seperti hari sebelumnya, perenang KU I hampir selalu lebih cepat dari para senior di nomor yang sama.
Ini juga menimpa wakil Indonesia di Olimpiade Beijing Donny B Utomo. Perenang yang bernaung di klub Tricakti Semesta Semarang ini gagal memecahkan rekornya sendiri di nomor 200 meter gaya kupu-kupu.
Meski meraih emas, catatan Donny hanya 2 menit 05,59 detik, jauh di bawah rekornas yang dia cetak di SEA Games 2007 lalu yang mencapai 2 menit 0,81 detik. (*)
Klasemen sementara
Klub Emas Perak Perunggu Poin
1. Hiu Surabaya 12 15 12 1459
2. ESG Bandung 18 7 8 851
3. Aquarius Bandung 7 6 1 562
4. Tricakti Semarang 10 3 5 537
5. Pari Sakti Jakarta 1 10 7 455
Lengkapnya..
SURABAYA: Klub asal Jawa Barat Elfira Swimma Gemilang (ESG) Bandung kembali menjadi ancaman bagi juara bertahan Hiu Surabaya. Pada hari kedua Kejuaraan Renang Antarperkumpulan se-Indonesia (Krapsi) 2008 di kolam renang KONI Jatim kemarin (28/12), klub milik mantan perenang nasional Elfira Rosa Nasution itu memborong 12 medali emas.
Tambahan keping emas itu membuat mereka sementara memimpin perolehan medali dengan total 18 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu. Sementara Hiu yang hanya menambah tiga emas sehingga total mengumpulkan 12 emas, 15 perak, dan 12 perunggu.
“ESG Bandung saya akui sangat bagus. Bahkan, kalau soal pengumpulan medali, mungkin saja mereka bakal mengungguli Hiu sampai hari terakhir,” ujar Ketua Harian Pengprov PRSI Jatim Herlambang Wijaya.
Klub Hiu masih mengandalkan perolehan medali melalui perenang-perenang senior dan Kelompok Umur (KU) I. Pada hari kedua, Laksono P Antyanto mempersembahkan emas pertama bagi klub terbesar di Jatim ini melalui nomor 800 meter gaya bebas senior.
Dia mengungguli Guruh Kurniawan (ESG Bandung) dan rekan seklubnya Soehariono Yacob.
Di nomor yang sama sektor wanita, andalan Hiu Erlina Yacob hanya mampu meraih perak. Erlina dipecundangi dari perenang Aquarius Bandung Janice Andayani.
Secara umum, kelompok senior memang banyak mengalami penurunan catatan waktu. Seperti hari sebelumnya, perenang KU I hampir selalu lebih cepat dari para senior di nomor yang sama.
Ini juga menimpa wakil Indonesia di Olimpiade Beijing Donny B Utomo. Perenang yang bernaung di klub Tricakti Semesta Semarang ini gagal memecahkan rekornya sendiri di nomor 200 meter gaya kupu-kupu.
Meski meraih emas, catatan Donny hanya 2 menit 05,59 detik, jauh di bawah rekornas yang dia cetak di SEA Games 2007 lalu yang mencapai 2 menit 0,81 detik. (*)
Klasemen sementara
Klub Emas Perak Perunggu Poin
1. Hiu Surabaya 12 15 12 1459
2. ESG Bandung 18 7 8 851
3. Aquarius Bandung 7 6 1 562
4. Tricakti Semarang 10 3 5 537
5. Pari Sakti Jakarta 1 10 7 455
Lengkapnya..
Arcan Iurie 90% Tangani Persebaya
SURABAYA: Persebaya bakal memiliki pelatih baru, yakni Arcan Iurie Anatolievici, mantan pelatih Persik Kediri. Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar mengaku telah melakukan kontak via telepon. Dalam pembicaraan itu telah dicapai kata sepakat dengan pelatih asal Moldova tersebut.
"InsyaAllah tahun baru nanti Persebaya punya pelatih baru. Sudah 90 persen Arcan Iurie yang akan meneruskan hasil kerja Freddy Muli," kata Saleh Mukadar, Minggu (29/11) malam.
Menurut Saleh, Arcan sudah setuju akan datang ke markas Persebaya di Karanggayam pada Selasa (30/10) besok untuk menandatangani kontrak secara tertulis. Hanya saja, Saleh enggan menjelaskan nilai kontrak yang disodorkan Persebaya ke Arcan. "Yang jelas harganya sesuai dengan kemampuan keuangan Persebaya yang sangat terbatas. Arcan akan kami kontrak sampai akhir musim."
Arcan adalah mantan pelatih Persija Jakarta, Persib Bandung dan terakhir Persik Kediri. Dia tidak melanjutkan kontraknya di Kediri kabarnya tidak setuju dengan pemotongan gaji sebesar 60% dan penghapusan gaji yang belum dibayar selama dua bulan akibat krisis keuangan yang dialami Persik.
Pelatih yang beristrikan wanita asal Bandung itu mengajukan minatnya melatih Persebaya setelah menghubungi Asisten Manajer Tim Saleh Hanifah. Selain Arcan, sebenarnya ada nama pelatih asing yang juga melamar Persebaya, yaitu Pical Wolfgang asal Austria yang kini tengah melatih Akademi Real Madrid di Bali.
Selain soal pelatih, Saleh juga menyebut kemungkinan dua asisten pelatih Persebaya saat ini Mursyid Effendi dan Hermansyah mundur dari Persebaya.
"Mereka sudah tidak mau lagi melatih di Persebaya pasca habisnya kontrak Freddy Muli 21 Desember. Ya mau bagaimana lagi, pengurus sudah memberi kesempatan pada mereka apakah merasa mampu menangani Persebaya, tetapi mereka tidak mau lagi," kata Saleh.
Karena itu Persebaya akan mencari dua asisten pelatih baru guna mendampingi Arcan Iurie. Mereka akan melengkapi asisten pelatih Kasiyanto yang tetap dipertahankan.
Beberapa nama yang sudah dikantongi pengurus adalah Ibnu Graham dan Hartono. "Kami sedang menimbang beberapa nama untuk menjadi asisten pelatih Persebaya, termasuk Ibnu Graham dan Hartono," ujarnya. (*) Lengkapnya..
"InsyaAllah tahun baru nanti Persebaya punya pelatih baru. Sudah 90 persen Arcan Iurie yang akan meneruskan hasil kerja Freddy Muli," kata Saleh Mukadar, Minggu (29/11) malam.
Menurut Saleh, Arcan sudah setuju akan datang ke markas Persebaya di Karanggayam pada Selasa (30/10) besok untuk menandatangani kontrak secara tertulis. Hanya saja, Saleh enggan menjelaskan nilai kontrak yang disodorkan Persebaya ke Arcan. "Yang jelas harganya sesuai dengan kemampuan keuangan Persebaya yang sangat terbatas. Arcan akan kami kontrak sampai akhir musim."
Arcan adalah mantan pelatih Persija Jakarta, Persib Bandung dan terakhir Persik Kediri. Dia tidak melanjutkan kontraknya di Kediri kabarnya tidak setuju dengan pemotongan gaji sebesar 60% dan penghapusan gaji yang belum dibayar selama dua bulan akibat krisis keuangan yang dialami Persik.
Pelatih yang beristrikan wanita asal Bandung itu mengajukan minatnya melatih Persebaya setelah menghubungi Asisten Manajer Tim Saleh Hanifah. Selain Arcan, sebenarnya ada nama pelatih asing yang juga melamar Persebaya, yaitu Pical Wolfgang asal Austria yang kini tengah melatih Akademi Real Madrid di Bali.
Selain soal pelatih, Saleh juga menyebut kemungkinan dua asisten pelatih Persebaya saat ini Mursyid Effendi dan Hermansyah mundur dari Persebaya.
"Mereka sudah tidak mau lagi melatih di Persebaya pasca habisnya kontrak Freddy Muli 21 Desember. Ya mau bagaimana lagi, pengurus sudah memberi kesempatan pada mereka apakah merasa mampu menangani Persebaya, tetapi mereka tidak mau lagi," kata Saleh.
Karena itu Persebaya akan mencari dua asisten pelatih baru guna mendampingi Arcan Iurie. Mereka akan melengkapi asisten pelatih Kasiyanto yang tetap dipertahankan.
Beberapa nama yang sudah dikantongi pengurus adalah Ibnu Graham dan Hartono. "Kami sedang menimbang beberapa nama untuk menjadi asisten pelatih Persebaya, termasuk Ibnu Graham dan Hartono," ujarnya. (*) Lengkapnya..
Pemanah Muda Jatim Ukir Rekor Muri
SURABAYA: Setelah dua kakaknya mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (Muri), kini giliran sang adik, Della Adisty Handayani yang menorehkan rekor sebagai atlet putri termuda cabang olahraga (cabor) panahan dengan jarak terjauh.
Dalam acara yang dilangsungkan hari ini, Minggu (28/12) di lapangan KONI Jatim, Della berhasil memanah tiga balon dan banner dari jarak 30 meter dan tinggi 15 meter.
Namun perjalanannya untuk meraih rekor tidaklah mulus. Kala tinggal satu balon yang belum dipanah, gadis cilik yang kini duduk di kelas enam SD Muhammadiyah 4 Surabaya ini harus mengulang sebanyak lima kali. Namun akhirnya, pada kali keenam, dia berhasil merain rekor baru tersebut.
Seusai menorehkan prestasi, Della mengaku sangat senang bisa meraih rekor dalam usianya yang masih 11 tahun. Dia bahkan bertekad untuk melampaui prestasi ibunya yang juga pemanah, Lilies Handayani dan kakak sulungnya, Dellie Threesyadinda.
“Perasaaanya ya senang, kalau bisa aku harus mampu menyaingi Mama dan Kak Dinda,” ujarnya polos.
Della mengatakan, kecepatan angin cukup membuatnya kelabakan. Karena itu pada tembakan ketiga dia harus mengulang hingga lima kali. “Tadi anginnya kencang, jadi tidak kelihatan. Mau saya koteksi juga tidak bisa, jadi seadanya saja. Alhamdulillah berhasil.”
Keberhasilan Della mencatatkan diri sebagai penamah termuda melengkapi rekor yang sudah dicapai keluarganya.
Ayah Della yang juga pelatih panahan, Denny Trisyanto mendapat penghargaan Muri sebagai penemu permainan panahan balon dan banner. Ibunya, Lilies Handayani adalah mantan atlet nasional yang juga tercatat dalam Muri sebagai peraih perak pertama dalam Olimpiade Seoul, Korea Selatan 1988.
Sementara itu, dua kakaknya yakni Dellie Threesyadinda dan Irvaldi Ananda Putra juga menyandang rekor Muri. Dinda adalah peraih medali panahan terbanyak pada 2005 dengan 15 emas, 2 perak dan 1 perunggu, sedangkan Irvaldi menjadi atlet putra termuda cabor panahan dengan jarak terjauh yakni 30 meter. (*)
Lengkapnya..
Dalam acara yang dilangsungkan hari ini, Minggu (28/12) di lapangan KONI Jatim, Della berhasil memanah tiga balon dan banner dari jarak 30 meter dan tinggi 15 meter.
Namun perjalanannya untuk meraih rekor tidaklah mulus. Kala tinggal satu balon yang belum dipanah, gadis cilik yang kini duduk di kelas enam SD Muhammadiyah 4 Surabaya ini harus mengulang sebanyak lima kali. Namun akhirnya, pada kali keenam, dia berhasil merain rekor baru tersebut.
Seusai menorehkan prestasi, Della mengaku sangat senang bisa meraih rekor dalam usianya yang masih 11 tahun. Dia bahkan bertekad untuk melampaui prestasi ibunya yang juga pemanah, Lilies Handayani dan kakak sulungnya, Dellie Threesyadinda.
“Perasaaanya ya senang, kalau bisa aku harus mampu menyaingi Mama dan Kak Dinda,” ujarnya polos.
Della mengatakan, kecepatan angin cukup membuatnya kelabakan. Karena itu pada tembakan ketiga dia harus mengulang hingga lima kali. “Tadi anginnya kencang, jadi tidak kelihatan. Mau saya koteksi juga tidak bisa, jadi seadanya saja. Alhamdulillah berhasil.”
Keberhasilan Della mencatatkan diri sebagai penamah termuda melengkapi rekor yang sudah dicapai keluarganya.
Ayah Della yang juga pelatih panahan, Denny Trisyanto mendapat penghargaan Muri sebagai penemu permainan panahan balon dan banner. Ibunya, Lilies Handayani adalah mantan atlet nasional yang juga tercatat dalam Muri sebagai peraih perak pertama dalam Olimpiade Seoul, Korea Selatan 1988.
Sementara itu, dua kakaknya yakni Dellie Threesyadinda dan Irvaldi Ananda Putra juga menyandang rekor Muri. Dinda adalah peraih medali panahan terbanyak pada 2005 dengan 15 emas, 2 perak dan 1 perunggu, sedangkan Irvaldi menjadi atlet putra termuda cabor panahan dengan jarak terjauh yakni 30 meter. (*)
Lengkapnya..
Renang Krapsi 2008
* Tiga Rekornas Pecah
SURABAYA: Hari pertama perhelatan Kejuaraan Renang Antarperkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) 2008 di kolam renang KONI Jatim diwarnai kejutan, Sabtu (27/12). Sebanyak tiga rekor nasional (Rekornas) berhasil dipecahkan perenang-perenang Indonesia.
Data yang tercatat di seketariat panitia menyebutkan, tiga Rekornas yang pecah, yakni nomor 400m gaya bebas putra (KU1) oleh Triadi Fauzi. Perenang asal Perkumpulan Renang (PR) TMH Cimahi, Jabar itu berhasil mencatat waktu 4 menit, 11,66 detik. Catatan itu memperbaharui Rekornas lama 4 menit, 12,86 detik atas M Akbar Nasution (Jakarta) pada 2003.
Pada nomor 100m gaya punggung putra (KU2), Gede Simair Sudartawa (PR Elang Laut, Denpasar) memecahkan Rekornas setelah mencatat waktu 1 menit, 00,66 detik. Ia sukses memperbaiki catatan Rekornas lama 1 menit, 02,93 detik atas Harizal (Jakarta) pada 2005.
Sementara di nomor 100m gaya punggung putra (KU4), Oni Kanylisan Putra (PR ESG Bandung) memecahkan Rekornas, setelah membubuhkan waktu 1 menit, 12,06 detik. Waktunya lebih baik dari Rekornas lama atas Ali Faturahman 1 menit, 12,16 detik pada 2005 di Jakarta.
"Saya hanya ingin tampil sebaik mungkin di nomor yang saya ikuti. Tidak ada misi khusus untuk memecahkan Rekornas," kata Gede Simair, kemarin.
Pada hari pertama lomba kemarin, perenang-perenang Jatim 'belum panas'. Andalan Jatim asal PR Hiu Surabaya, Nancy Suryaatmadja harus puas menempati urutan kedua di 400m gaya bebas putri senior.
Peraih tujuh emas PON 2008 ini mencatat waktu 4 menit, 56,42 detik. Catatannya kalah dari Jasicca P Laurens (Makassar) yang finish pertama dengan catatan waktu 4 menit, 54,67 detik. Sedang pada posisi ketiga ditempati Enny Susilawati (Hiu Surabaya) dengan waktu 5 menit, 02,03 detik.
Di nomor 400m gaya bebas putra senior, perenang-perenang Jatim juga kalah cepat. Laksono P Antyanto (Hiu Surabaya) harus puas menempati posisi kedua dengan catatan 4 menit, 22,12 detik. Posisi pertama diraih Sapto Nugroho (Solo) yang mencatat waktu 4 menit, 21,07 detik. Posisi ketiga diraih Guruh Kurniawan (Bandung) dengan catatan 4 menit, 26,42 detik.
Sekjen PB PRSI Ade Kaiman mengakui, Krapsi 2008 ini menggunakan regulasi baru. Limit waktu ditingkatkan dan masing-masing PR dibatasi mengirimkan empat perenangnya di setiap nomor yang dilombakan.
"Ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas perenang. Kami ingin mencari atlet-atlet yang berkualitas dan nanti akan disiapkan ke ajang internasional," ujar Ade. (*)
Lengkapnya..
SURABAYA: Hari pertama perhelatan Kejuaraan Renang Antarperkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) 2008 di kolam renang KONI Jatim diwarnai kejutan, Sabtu (27/12). Sebanyak tiga rekor nasional (Rekornas) berhasil dipecahkan perenang-perenang Indonesia.
Data yang tercatat di seketariat panitia menyebutkan, tiga Rekornas yang pecah, yakni nomor 400m gaya bebas putra (KU1) oleh Triadi Fauzi. Perenang asal Perkumpulan Renang (PR) TMH Cimahi, Jabar itu berhasil mencatat waktu 4 menit, 11,66 detik. Catatan itu memperbaharui Rekornas lama 4 menit, 12,86 detik atas M Akbar Nasution (Jakarta) pada 2003.
Pada nomor 100m gaya punggung putra (KU2), Gede Simair Sudartawa (PR Elang Laut, Denpasar) memecahkan Rekornas setelah mencatat waktu 1 menit, 00,66 detik. Ia sukses memperbaiki catatan Rekornas lama 1 menit, 02,93 detik atas Harizal (Jakarta) pada 2005.
Sementara di nomor 100m gaya punggung putra (KU4), Oni Kanylisan Putra (PR ESG Bandung) memecahkan Rekornas, setelah membubuhkan waktu 1 menit, 12,06 detik. Waktunya lebih baik dari Rekornas lama atas Ali Faturahman 1 menit, 12,16 detik pada 2005 di Jakarta.
"Saya hanya ingin tampil sebaik mungkin di nomor yang saya ikuti. Tidak ada misi khusus untuk memecahkan Rekornas," kata Gede Simair, kemarin.
Pada hari pertama lomba kemarin, perenang-perenang Jatim 'belum panas'. Andalan Jatim asal PR Hiu Surabaya, Nancy Suryaatmadja harus puas menempati urutan kedua di 400m gaya bebas putri senior.
Peraih tujuh emas PON 2008 ini mencatat waktu 4 menit, 56,42 detik. Catatannya kalah dari Jasicca P Laurens (Makassar) yang finish pertama dengan catatan waktu 4 menit, 54,67 detik. Sedang pada posisi ketiga ditempati Enny Susilawati (Hiu Surabaya) dengan waktu 5 menit, 02,03 detik.
Di nomor 400m gaya bebas putra senior, perenang-perenang Jatim juga kalah cepat. Laksono P Antyanto (Hiu Surabaya) harus puas menempati posisi kedua dengan catatan 4 menit, 22,12 detik. Posisi pertama diraih Sapto Nugroho (Solo) yang mencatat waktu 4 menit, 21,07 detik. Posisi ketiga diraih Guruh Kurniawan (Bandung) dengan catatan 4 menit, 26,42 detik.
Sekjen PB PRSI Ade Kaiman mengakui, Krapsi 2008 ini menggunakan regulasi baru. Limit waktu ditingkatkan dan masing-masing PR dibatasi mengirimkan empat perenangnya di setiap nomor yang dilombakan.
"Ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas perenang. Kami ingin mencari atlet-atlet yang berkualitas dan nanti akan disiapkan ke ajang internasional," ujar Ade. (*)
Lengkapnya..
Hillary Belum Puaskan Deltras
SIDOARJO: Striker baru Deltras Hillary Odada Echesa dinilai belum menunjukkan kelasnya sebagai penyerang andal. Kondisi itu terlihat dalam laga uji coba melawan PS Angkasa, Jumat (26/12) di Stadion Gelora Delta. Kemampuannya jauh dari harapan manajemen tim berjuluk 'The Lobster'.
Mantan penyerang PDRM Malaysia itu kurang 'oportunis' di kotak penalti. Hillary lebih banyak bergerak di luar kotak penalti dan cenderung sebagai 'pelayan'. Dua kali dia memberi assist dan membuahkan gol yang dicetak Dede Hugo dan Nanang Hendrawan.
Pelatih Deltras M. Zein Alhadad sepakat dengan penilaian bahwa Hillary belum tampil maksimal. Namun dia memiliki alasan tentang anak didiknya yang belum padu. Karena itu, mantan top scorer klub Niac Mitra di era Kompetisi Galatama itu menampik bila kedatangan Hillary ini layaknya membeli kucing dalam karung.
"Dia perlu waktu untuk beradaptasi dengan pemain lainnya, karena baru berlatih beberapa hari," ujar Mamak, sapaan akrabnya.
Dia menilai Deltras perlu striker dan kedatangan Hillary merupakan sosok gelandang serang layaknya gelandang Deltras lainnya, Danilo Fernando. Sebagai mantan mesin gol, Mamak yakin mampu memoles Hillary menjadi penyerang andal. "Waktu yang kami miliki masih ada untuk mengubahnya menjadi striker."
Langkah itu, kata Mamak, tidak sulit karena kelemahan fundamental Hillary hanya soal fisik dan sprint pendek. Kebetulan, Januari 2009 tidak ada pertandingan akibat penundaan jadwal di ajang kompetisi Liga Super, sehingga Deltras masih memiliki kesempatan untuk berbenah. Terutama memaksimalkan fisik dan kerjasama tim.
Dalam pertandingan melawan Angkasa itu, sedikitnya Hillary memiliki tiga peluang untuk mencetak gol. Namun tendangannya mudah terbaca kiper Angkasa. Selain itu dia juga sering kalah adu sprint dan perebutan bola.
"Tapi dia memiliki basic dan skill individu yang cukup bagus," imbuh Mamak.
Deltras mencetak tujuh gol ke gawang Angkasa dalam uji coba kemarin. Pada babak pertama The Lobster hanya menang 2-0, berkat gol sundulan Christian Martinez dan sontekan Dede Hugo.
Di babak kedua, Mamak menurunkan lapis kedua dan justru berhasil menciptakan lima gol. Junior dan striker muda Sugiarto sama-sama memborong dua gol, sedangkan Nanang Hendrawan menambah satu gol.
Lengkapnya..
Mantan penyerang PDRM Malaysia itu kurang 'oportunis' di kotak penalti. Hillary lebih banyak bergerak di luar kotak penalti dan cenderung sebagai 'pelayan'. Dua kali dia memberi assist dan membuahkan gol yang dicetak Dede Hugo dan Nanang Hendrawan.
Pelatih Deltras M. Zein Alhadad sepakat dengan penilaian bahwa Hillary belum tampil maksimal. Namun dia memiliki alasan tentang anak didiknya yang belum padu. Karena itu, mantan top scorer klub Niac Mitra di era Kompetisi Galatama itu menampik bila kedatangan Hillary ini layaknya membeli kucing dalam karung.
"Dia perlu waktu untuk beradaptasi dengan pemain lainnya, karena baru berlatih beberapa hari," ujar Mamak, sapaan akrabnya.
Dia menilai Deltras perlu striker dan kedatangan Hillary merupakan sosok gelandang serang layaknya gelandang Deltras lainnya, Danilo Fernando. Sebagai mantan mesin gol, Mamak yakin mampu memoles Hillary menjadi penyerang andal. "Waktu yang kami miliki masih ada untuk mengubahnya menjadi striker."
Langkah itu, kata Mamak, tidak sulit karena kelemahan fundamental Hillary hanya soal fisik dan sprint pendek. Kebetulan, Januari 2009 tidak ada pertandingan akibat penundaan jadwal di ajang kompetisi Liga Super, sehingga Deltras masih memiliki kesempatan untuk berbenah. Terutama memaksimalkan fisik dan kerjasama tim.
Dalam pertandingan melawan Angkasa itu, sedikitnya Hillary memiliki tiga peluang untuk mencetak gol. Namun tendangannya mudah terbaca kiper Angkasa. Selain itu dia juga sering kalah adu sprint dan perebutan bola.
"Tapi dia memiliki basic dan skill individu yang cukup bagus," imbuh Mamak.
Deltras mencetak tujuh gol ke gawang Angkasa dalam uji coba kemarin. Pada babak pertama The Lobster hanya menang 2-0, berkat gol sundulan Christian Martinez dan sontekan Dede Hugo.
Di babak kedua, Mamak menurunkan lapis kedua dan justru berhasil menciptakan lima gol. Junior dan striker muda Sugiarto sama-sama memborong dua gol, sedangkan Nanang Hendrawan menambah satu gol.
Lengkapnya..
Sepakbola Gelar Kualifikasi Porprov
SURABAYA: Cabang sepakbola di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II dipastikan menggelar babak kualifikasi, sedangkan untuk batasan usia para pemain ditetapkan maksimal kelahiran 1 Januari 1990. Hal ini ditegaskan Ketua PSSI Jatim Haruna Soemitro, Jumat (26/12).
Babak kualifikasi ini dipicu mepetnya waktu yang ada, sehingga tidak mungkin menyelesaikan seluruh pertandingan bila cabang sepakbola diikuti 38 kota/kabupaten di Jatim.
“Hampir pasti seluruh daerah pasti mengirimkan tim sepakbolanya, kalau dipaksakan waktunya terlalu panjang. Bisa- bisa nanti seperti Piala Dunia, karena itu harus digelar babak kualifikasi,” tegas Haruna, kemarin.
Putaran final sepakbola Porprov yang digelar Oktober 2009 di Malang pada akan diikuti 12 tim. Kota Surabaya sebagai juara bertahan dan tuan rumah Kota Malang otomatis lolos ke babak final. “Ini mengacu seperti PON. Kedua tim itu harus mendapat privilege dan otomatis jadi unggulan,” tambahnya.
Jadi, babak kualifikasi akan diikuti 36 tim yang dibagi menjadi delapan grup. Masing-masing juara grup langsung lolos ditambah dua runner up terbaik. Putaran final akan dibagi menjadi tiga grup, masing-masing grup diikuti empat tim peserta.
Soal jadual babak kualifikasi, PSSI Jatim memberi batasan minimal tiga bulan sebelum Porprov digelar, sudah memunculkan 10 tim yang lolos. “Paling tidak, babak kualifikasi sudah harus tuntas akhir Agustus. Ini penting agar Pengcab atau KONI kota/kabupaten memiliki waktu untuk mempersiapkan timnya,” tambah Haruna.
Gelar Liga Anak Jatim
Sementara itu, PSSI Jatim sudah mencanangkan 2009 adalah Tahun Pembinaan Sepakbola Usia Dini, baik itu pemain maupun wasit. Event sepakbola diberi nama Liga Anak Jatim yang terbagi dalam dua kelompok umur, yakni U-11 sebagai persiapan Piala Danone dan U-14 sebagai persiapan Piala Medco. Sedangkan untuk pembinaan wasit, PSSI Jatim akan menggelar kursus wasit remaja dengan peserta berusia 15 tahun - 17 tahun.
Menurut Haruna, peserta turnamen U-11 adalah Sekolah Sepakbola (SSB) yang ada di Jatim, sedangkan Liga Anak Jatim (U-14) khusus untuk pengcab-pengcab PSSI di bawah naungan PSSI Jatim.
“Tahun depan kami akan serius di pembinaan usia dini. Karena itu kami akan bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim serta KONI Jatim dalam rangka menyukseskan program pemassalan olahraga seperti yang diamanatkan UU Sistem Keolahragaan Nasional,” dmeikian Haruna. (*)
Lengkapnya..
Babak kualifikasi ini dipicu mepetnya waktu yang ada, sehingga tidak mungkin menyelesaikan seluruh pertandingan bila cabang sepakbola diikuti 38 kota/kabupaten di Jatim.
“Hampir pasti seluruh daerah pasti mengirimkan tim sepakbolanya, kalau dipaksakan waktunya terlalu panjang. Bisa- bisa nanti seperti Piala Dunia, karena itu harus digelar babak kualifikasi,” tegas Haruna, kemarin.
Putaran final sepakbola Porprov yang digelar Oktober 2009 di Malang pada akan diikuti 12 tim. Kota Surabaya sebagai juara bertahan dan tuan rumah Kota Malang otomatis lolos ke babak final. “Ini mengacu seperti PON. Kedua tim itu harus mendapat privilege dan otomatis jadi unggulan,” tambahnya.
Jadi, babak kualifikasi akan diikuti 36 tim yang dibagi menjadi delapan grup. Masing-masing juara grup langsung lolos ditambah dua runner up terbaik. Putaran final akan dibagi menjadi tiga grup, masing-masing grup diikuti empat tim peserta.
Soal jadual babak kualifikasi, PSSI Jatim memberi batasan minimal tiga bulan sebelum Porprov digelar, sudah memunculkan 10 tim yang lolos. “Paling tidak, babak kualifikasi sudah harus tuntas akhir Agustus. Ini penting agar Pengcab atau KONI kota/kabupaten memiliki waktu untuk mempersiapkan timnya,” tambah Haruna.
Gelar Liga Anak Jatim
Sementara itu, PSSI Jatim sudah mencanangkan 2009 adalah Tahun Pembinaan Sepakbola Usia Dini, baik itu pemain maupun wasit. Event sepakbola diberi nama Liga Anak Jatim yang terbagi dalam dua kelompok umur, yakni U-11 sebagai persiapan Piala Danone dan U-14 sebagai persiapan Piala Medco. Sedangkan untuk pembinaan wasit, PSSI Jatim akan menggelar kursus wasit remaja dengan peserta berusia 15 tahun - 17 tahun.
Menurut Haruna, peserta turnamen U-11 adalah Sekolah Sepakbola (SSB) yang ada di Jatim, sedangkan Liga Anak Jatim (U-14) khusus untuk pengcab-pengcab PSSI di bawah naungan PSSI Jatim.
“Tahun depan kami akan serius di pembinaan usia dini. Karena itu kami akan bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim serta KONI Jatim dalam rangka menyukseskan program pemassalan olahraga seperti yang diamanatkan UU Sistem Keolahragaan Nasional,” dmeikian Haruna. (*)
Lengkapnya..
Persebaya Buka Pintu untuk Wolfgang
SURABAYA: Nama pelatih akademi Real Madrid Pical Wolfgang makin mengerucut bakal menukangi Persebaya Surabaya seiring belum pastinya kedua asisten pelatih Mursyid Efendi dan Kasiyanto melanjutkan tongkat estafet kepelatihan yang ditinggalkan Freddy Muli.
Apalagi, Wolfgang secara proaktif menghubungi manajemen Persebaya untuk memuluskan keinginannya melatih tim berjuluk Green Force itu.
”Wolfgang bahkan sudah mengirim curriculum vitae (CV) dan video CD tentang metode kepelatihannya,” kata Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah, kemarin.
Menurut Cholid, Wolfgang berencana segera datang ke Surabaya dengan biaya sendiri untuk memaparkan metode kepelatihannya. Wolfgang bahkan tidak mempermasalahkan bayaran yang akan diterimanya selama menangani Boby Satria dkk. ”Dia mengaku memahami kondisi Persebaya. Jadi, berapa pun yang sanggup dibayar manajemen, Wolfgang akan menerimanya.”
Sebab, kata Cholid, yang dia inginkan adalah kesempatan bisa menerapkan metode kepelatihannya bersama Persebaya. Wolfgang melihat, Persebaya memiliki banyak pemain muda bertalenta tinggi yang perlu sentuhannya untuk menjadi pemain profesional.
Melihat keseriusan Wolfang, Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar langsung meresponsnya. Bahkan, Saleh setuju untuk segera mendatangkankan pelatih asal Austria tersebut.
“Kalau memang Wolfgang mau datang ke Surabaya dengan biaya sendiri, kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka,” ungkap Saleh.
Saleh berjanji secepatnya menunjuk pelatih baru bila Mursyid dan Kasiyanto tidak bersedia dan tidak percaya diri menanggani Persebaya. “Kami ingin agar pemain Persebaya segera latihan lagi. Sebab, sebentar lagi akan main di Copa juga putaran dua kompetisi Divisi Utama.”
Arcan Juga Berminat
Selain Wolfgang, Cholid Ghoromah juga mengungkapkan mantan pelatih Persik Kediri Arcan Iurie juga disebut-sebut ingin melatih Persebaya. Kontak melalui telepon sudah dilakukan dan secara lisan menyampaikan keinginan melatih Persebaya.
Meski diminati beberapa pelatih asing di di putaran kedua, namun pengurus dan manajemen mengisyaratkan tetap mempertimbangkan pelatih lokal. Salah satu nama yang mengemuka adalah Hartono. Pelatih dengan lisensi B terbaik ini, merupakan mantan pemain Persebaya.
Hartono juga mempunyai pengalaman sebagai asisten Aji Santoso ketika menanggani tim PON Jatim yang merebut medali emas di Kaltim beberapa waktu lalu. Selain itu, pemilik lemparan ke dalam terjauh ketika masih membela Persebaya ini, tergolong berusia muda dan memiliki jenjang kepelatihan yang bagus. (*)
Lengkapnya..
Apalagi, Wolfgang secara proaktif menghubungi manajemen Persebaya untuk memuluskan keinginannya melatih tim berjuluk Green Force itu.
”Wolfgang bahkan sudah mengirim curriculum vitae (CV) dan video CD tentang metode kepelatihannya,” kata Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah, kemarin.
Menurut Cholid, Wolfgang berencana segera datang ke Surabaya dengan biaya sendiri untuk memaparkan metode kepelatihannya. Wolfgang bahkan tidak mempermasalahkan bayaran yang akan diterimanya selama menangani Boby Satria dkk. ”Dia mengaku memahami kondisi Persebaya. Jadi, berapa pun yang sanggup dibayar manajemen, Wolfgang akan menerimanya.”
Sebab, kata Cholid, yang dia inginkan adalah kesempatan bisa menerapkan metode kepelatihannya bersama Persebaya. Wolfgang melihat, Persebaya memiliki banyak pemain muda bertalenta tinggi yang perlu sentuhannya untuk menjadi pemain profesional.
Melihat keseriusan Wolfang, Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar langsung meresponsnya. Bahkan, Saleh setuju untuk segera mendatangkankan pelatih asal Austria tersebut.
“Kalau memang Wolfgang mau datang ke Surabaya dengan biaya sendiri, kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka,” ungkap Saleh.
Saleh berjanji secepatnya menunjuk pelatih baru bila Mursyid dan Kasiyanto tidak bersedia dan tidak percaya diri menanggani Persebaya. “Kami ingin agar pemain Persebaya segera latihan lagi. Sebab, sebentar lagi akan main di Copa juga putaran dua kompetisi Divisi Utama.”
Arcan Juga Berminat
Selain Wolfgang, Cholid Ghoromah juga mengungkapkan mantan pelatih Persik Kediri Arcan Iurie juga disebut-sebut ingin melatih Persebaya. Kontak melalui telepon sudah dilakukan dan secara lisan menyampaikan keinginan melatih Persebaya.
Meski diminati beberapa pelatih asing di di putaran kedua, namun pengurus dan manajemen mengisyaratkan tetap mempertimbangkan pelatih lokal. Salah satu nama yang mengemuka adalah Hartono. Pelatih dengan lisensi B terbaik ini, merupakan mantan pemain Persebaya.
Hartono juga mempunyai pengalaman sebagai asisten Aji Santoso ketika menanggani tim PON Jatim yang merebut medali emas di Kaltim beberapa waktu lalu. Selain itu, pemilik lemparan ke dalam terjauh ketika masih membela Persebaya ini, tergolong berusia muda dan memiliki jenjang kepelatihan yang bagus. (*)
Lengkapnya..
Langganan:
Postingan (Atom)